5 hal pelebur pahala puasa
خَمْسٌ يُفْـطِرْنَ الصَّائِمَ: الْكَـذِبُ، وَالْغِيْبَةُ، وَالنَّمِيْمَةُ، وَالنَّظْرُ بِشَهْوَةٍ، وَالْيَمِيْنُ الْكَـاذِبُ
Lima perkara yg dapat membatalkan (pahala) puasa:
1. Berkata bohong (menyebar kabar bohong di medsos).
2. Ghibah (ngomongin orang pake status)
3. Adu domba (menulis komen agar orang lain membenci tokoh tertentu).
4. Melihat lawan jenis dengan syahwat (video call sama pacar, nonton gambar atau video porno).
5. Sumpah dusta, sumpah palsu.
Sumber: Imam Ghazali, Ihya Ulumuddin, I, 245.
*****
#RamadhanBerkah
*Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh*
*FATWA ULAMA, MENGAPA PAHALA PUASA DIKHUSUSKAN OLEH ALLAH* ?
Oleh :
Ustadz Dr. Abdiyat
Sakrie, Sp.JP
Pertanyaan:
Mengapa Allah Ta’ala mengkhususkan ganjaran puasa dengan balasan dari-Nya?
Jawaban:
Alhamdulillah.
Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadist ."(Bukhari no. 1761, Muslim no. 1946), dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
قال الله كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Allah berfirman, Setiap amalan anak adam untuknya, kecuali puasa. Maka sesungguhnya, ia (puasa) untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.
Ketika setiap amalan dikerjakan untuk Allah Ta’ala dan balasannya dari-NYA, ulama berbeda pendapat dalam tafsir, Dia (puasa) untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Mengapa puasa dikhususkan dengan hal tersebut?
*Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah* menyebutkan 10 tafsir para ulama dalam menjelaskan makna hadis dan sebab pengkhususan puasa dengan keutamaan tersebut. Di antara tafsir yang terpenting antara lain:
*Pertama: Ibadah puasa tidak berpotensi riya sebagaimana ibadah lainnya yang berpotensi riya.* Al-Qurthubi rahimahullah berkata, Ketika berbagai amalan dapat disusupi riya, ibadah puasa tidak dapat diketahui hanya dengan semata-mata amalan puasanya, kecuali oleh Allah Ta’ala. Maka, Allah Ta’ala menyandarkan puasa kepada diri-Nya. Dan oleh sebab itu, Allah berfirman dalam sebuah hadis qudsi,
يدع شهوته من أجله
Dia menahan nafsu syahwatnya karena Aku.
*Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,* Seluruh kegiatan peribadahan itu tampak (di mata manusia, pent.) dengan semata-mata perbuatannya dan sedikit yang dapat selamat dari kotoran (yakni dapat tercampur dengan riya), ini berkebalikan dengan puasa.
*Kedua: Yang dimaksud dengan Aku yang akan membalasnya,* adalah Sesungguhnya Aku sendiri (satu-satunya) yang mengetahui kadar pahala dan jumlah kelipatannya. Al-Qurthubi rahimahullah berkata, Maknanya adalah bahwa amalan-amalan ibadah telah diketahui kadar balasannya oleh manusia. Bahwasanya kelipatan balasannya dari 10 kali sampai 700 kali lipat sampai (kelipatan) sesuai kehendak Allah Ta’ala, kecuali puasa. Sesungguhnya Allah Ta’ala memberi ganjaran ibadah puasa tanpa kadar (batas). Dalilnya adalah hadis riwayat Muslim (no. 1151) dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Setiap amal anak adam akan dilipatgandakan balasannya 10 kali lipat sampai 700 kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, kecuali ibadah puasa, dia (puasa) itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya.
Yakni, Aku akan membalasnya dengan balasan yang sangat banyak, dengan kadar yang tidak ditetapkan (tanpa batas). Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب
Sesungguhnya hanya orang yang bersabar yang diberi balasannya tanpa batas.
*Ketiga: Makna dari puasa itu untuk-Ku yaitu,* sesungguhnya puasa adalah ibadah yang paling Aku (Allah Ta’ala) cintai dan ditujukan untuk-Ku. Ibnu Abdil Bar rahimahullah berkata, Cukuplah perkataan puasa itu untuk-Ku, sebagai bukti keutamaan puasa atas amal ibadah lainnya. An-Nasai meriwayatkan."(no. 2220) dari Abu Umamah radhiyallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ ، فَإِنَّهُ لا مِثْلَ لَهُ
Wajib atas kalian berpuasa, karena sesungguhnya tidak ada (ganjaran, pent) yang semisal dengannya. Disahihkan oleh Al-Albani di Shahih An-Nasa’i.
*Keempat: Penyandaran ini (kepada Allah) Ta’ala adalah penyandaran kemuliaan dan keagungan.* Seperti perkataan, baitullah (rumah Allah), meskipun seluruh rumah yang ada itu adalah milik Allah Ta’ala. Az-Zain Ibn Munir rahimahullah (terkait contoh di atas, pent) berkata, Pengkhususan dalam konteks umum pada contoh kalimat ini tidak dipahami, kecuali sebagai bentuk pemuliaan dan penghormatan.
Syeikh Ibn Al-Utsaimin rahimahullah berkata, Hadis di atas adalah hadis yang mulia yang menunjukkan berbagai macam bentuk keutamaan puasa:
Yang pertama, sesungguhnya Allah Ta’ala mengkhususkan puasa untuk diri-Nya di antara berbagai amal saleh lainnya. Hal tersebut karena kemuliaan puasa di sisi-Nya, kecintaan-Nya terhadap ibadah puasa, terwujudnya keikhlasan kepada Allah Ta’ala di dalam ibadah puasa. Karena ibadah puasa merupakan rahasia antara seorang hamba dengan Rabbnya, yang tidak ada yang mengetahui ibadahnya, kecuali Allah Ta’ala semata. Dan sesungguhnya orang yang puasa ketika berada di tempat sepi (tidak tampak oleh pandangan manusia) mungkin untuk melakukan apa yang diharamkan Allah Ta’ala pada dirinya saat berpuasa, namun ia tidak melakukannya, karena ia mengetahui bahwa ada Rabb yang bersamanya dalam kesendiriannya. Rabbnya telah mengharamkan hal tersebut, lalu ia meninggalkannya karena takut azab Allah Ta’ala dan berharap pahala dari-Nya.
Oleh sebab itu, Allah Ta’ala membalas orang tersebut karena keikhlasan ini, dan mengkhususkan puasa untuk diri-Nya di antara amalan yang lain. Oleh karenanya, Allah Ta’ala berfirman, Dia meninggalkan syahwatnya dan makanannya demi Aku. Dan faedah pengkhususan ini akan tampak pada hari kiamat, sebagaimana dikatakan oleh Sufyan bin Uyainah rahimahullah,
إِذَا كانَ يومُ القِيَامَةِ يُحاسِبُ الله عبدَهُ ويؤدي ما عَلَيْه مِن المظالمِ مِن سائِر عمله حَتَّى إِذَا لم يبقَ إلاَّ الصومُ يتحملُ اللهُ عنه ما بقي من المظالِم ويُدخله الجنَّةَ بالصوم
Ketika hari kiamat nanti, Allah Ta’ala akan menghisab hamba-Nya dan membalas kezaliman-kezaliman amal perbuatannya hingga tidak ada yang tersisa, kecuali puasa, Allah Ta’ala akan memikul kezaliman tersebut darinya dan Allah Ta’ala masukkan ia ke surga dengan sebab amal puasa.
Yang kedua, Allah Ta’ala berfirman tentang puasa, Aku yang akan membalasnya. Penyandaran balasan kepada diri-Nya yang mulia, karena sesungguhnya amal saleh akan dilipat gandakan balasannya. Balasan kebaikan dengan 10 kali lipat yang semisal sampai 700 kali lipat sampai berkali-kali lipat yang banyak. Adapun puasa, maka Allah sandarkan balasannya pada diri-Nya, tanpa ada jumlahnya. Dan Allah Ta’ala adalah Zat yang paling mulia di antara yang mulia dan paling dermawan di antara para dermawan. Dan kadar pemberian itu sesuai dengan kedudukan yang memberikannya. Maka, ganjaran orang yang berpuasa adalah ganjaran yang sangat besar dan sangat banyak tanpa ada batasan. Puasa adalah sabar dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala, sabar dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah Ta’ala, dan sabar atas takdir Allah yang menyakitkan seperti, lapar, haus, dan kelemahan fisik dan jiwa. Maka, terkumpul ketiga bentuk sabar dalam ibadah puasa. Orang yang puasa menjadi termasuk orang-orang yang bersabar. Maka, Allah Ta’ala berfirman,
إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب
Sesungguhnya, hanya orang yang bersabar yang diberi balasannya tanpa batas.“ (QS. Az-Zumar: 10) Sekian kutipan. (Majlis Syahri Ramadhan, hal. 13)
Demikian. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam
AAAAAAAAAAAAAAAAAA
*Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh*
*PUASA DAN AL-QUR'AN MEMBERIKAN SYAFA'AT DENGAN IZIN ALLAH*
Oleh :
Ustadz Dr. Raehanul
Bahraen, M.Sc, Sp.PK
Puasa dan Al-Quran bisa memberikan syafa’at bagi kaum muslimin di hari kiamat kelak dengan izin Allah.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ
Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” [HR. Ahmad, Shahih At-Targhib: 1429]
Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
Rajinlah membaca al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat.” [HR. Muslim 1910]
Hendaknya kita sangat berharap syafa’at terutama di bulan Ramadhan yang merupakan bulan berpuasa dan membaca Al-Quran.
*APA ITU SYAFA'AT?*
Para ulama mendefinisikan syafa’at:
ﻓﺎﻟﺸﻔﺎﻋﺔ ﻫﻲ ﺍﻟﺘﻮﺳﻂ ﻟﻠﻐﻴﺮ ﻓﻲ ﺟﻠﺐ ﺍﻟﻤﻨﻔﻌﺔ ﺃﻭ ﺩﻓﻊ ﺍﻟﻤﻀﺮﺓ
Syafa’at adalah sebagai penengah/wasilah bagi yang lain untuk mendatangkan manfaat dan mencegah bahaya/madharat.
Syafa’at ini bisa berupa syafa’at di dunia maupun syafa’at di akhirat. Syafa’at di dunia bisa berupa syafa’at yang baik dam buruk sedangkan syafa’at di akhirat adalah syafa’at yang baik
Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا ۖ وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا
Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang BAIK, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang BURUK, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya.” (An-Nisaa’ :85)
Maksud hadits yang kami sampaikan di awal tulisan mengenai syafa’at oleh puasa dan Al-Quran adalah syafaat di akhirat. Saat itu, manusia sangat butuh syafa’at dengan izin Allah karena kesusahan yang manusia alami pada hari kiamat, semisal :
*1. Matahari didekatkan pada manusia sejauh satu mil*
*2. Manusia ada yang tenggelam dengan keringatnya*
*3. Manusia ada yang diseret dan berjalan dengan wajahnya*
*4. Kejadian di padang mahsyar yang sangat lama,* di mana satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di bumi.
Kami nukilkan salah satu dalil mengenai hal ini. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺤْﺸَﺮُﻭْﻥَ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻭَﺭُﻛْﺒَﺎﻧًﺎ ﻭَﺗُﺠَﺮُّﻭْﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﻭُﺟُﻮْﻫِﻜُﻢْ
Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang) berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian.” (HR. Tirmidzi, Shahih at-Targhib wat-Tarhib no. 3582).
Kita sangat butuh syafa’at di hari kiamat termasuk yang bisa memberi syafa’at adalah puasa dan Al-Quran sebagaimana dalam hadits.
Perlu ditekankan bahwa syafa’at ini hanya milik Allah
Allah Ta’ala berfirman,
ﻗُﻞ ﻟِّﻠَّﻪِ ﭐﻟﺸَّﻔَٰﻌَﺔُ ﺟَﻤِﻴﻌٗﺎۖ
Katakanlah semua syafaat hanyalah milik Allah.” (Az-Zumar: 44)
Puasa dan Al-Quran serta makhluk lainnya yang bisa memberi syafa’at sebagaimana dalam dalil tidaklah mempunyai syafa’at sebenarnya, tetapi diberikan izin oleh Allah untuk memberikan syafa’at. Oleh karena itu, kita hanya boleh meminta syafa’at hanya kepada Allah saja. Tidak boleh meminta kepada makhluknya. Semisal perkataan yang TIDAK boleh:
Wahai Nabi, aku minta syafa’at-mu
Tapi katakanlah:
Yaa Allah, aku memohon syafa’at Nabi-Mu
Allah Ta’ala berfirman
ﻣَﻦ ﺫَﺍ ﭐﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺸۡﻔَﻊُ ﻋِﻨﺪَﻩُۥٓ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺈِﺫۡﻧِﻪِۦۚ
Tidak ada yang memberikan syafaat disisi Allah kecuali dengan izin-Nya.” (Al-Baqarah: 255)
Semoga kita termasuk orang yang beruntung mendapatkan syafa’at dan bisa memberikan syafa’at pada orang lain.
AAAAAAAAAAAAAAAA
SUMBER
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
*7 Waktu Mustajab di Romadhon*
Alhamdulillah kita masih bisa berpuasa.
Ada 7 waktu mustajab utk berdoa, yaitu:
1️⃣ *Ketika Ibadah Puasa*
Apabila seorang hamba melaksanakan ibadah puasa, maka itulah saat yang tepat baginya untuk memanjatkan doa kepada.
Sebagaimana Rasululloh ﷺ bersabda,
*“Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: (1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, (2) imam yang adil dan (3) doa orang yang dizalimi.”*
(HR Tirmidzi)
2️⃣ *Pada saat sedang berbuka puasa*
Selain saat berpuasa, waktu berbuka puasa pun menjadi waktu yang sangat mustajab untuk berdoa.
Sebagaimana Rasululloh ﷺ bersabda, *“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.”*
(HR. Ibnu Majah).
3️⃣ *Saat adzan sedang berkumandang*
Rasululloh ﷺ bersabda,
*“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang.”*
(HR. Abu Daud)
4️⃣ *Sepertiga malam terakhir (Sahur)*
Sebagaimana Rasululloh ﷺ bersabda,
*“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir.* Lantas Alloh Ta'ala berfirman,
*“Siapa saja yang berdo’a kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepadaKu, niscaya Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepadaKu, niscaya akan Aku ampuni.”*
(HR. Al Bukhari - Muslim)
5️⃣ *Pada waktu di antara adzan dan iqamah*
Rupanya, berdoa di antara jeda adzan dan iqamah juga menjadi saat yang tepat dan sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Alloh Ta'ala.
Sebagaimana dalam hadist yang disabdakan oleh Rasululloh ﷺ berikut ini, *"Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak.”*
(HR. Tirmidzi)
6️⃣ *Di hari Jumat*
Sesungguhnya pada hari Jumat ada waktu dimana doa seseorang akan dikabulkan oleh Alloh Ta'ala.
Waktu tersebut tepatnya adalah pada waktu setelah ashar.
Rasululloh ﷺ bersabda,
*“Di hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Alloh bertepatan dengan waktu tersebut, Alloh akan memberi apa yang dia minta. Waktu itu adalah seteah ashar.”* (HR. Ahmad).
7️⃣ *Pada Malam Lailatul Qadar*
Lailatul Qadar malam terbaik dari 1000 bulan waktu berdoa yang mustajab. Dalam bulan Ramadan terdapat satu malam yang istimewa, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan yang dikenal dengan malam Lailatul Qadar.
Malam tersebut terdapat di malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dengan beritikaf di masjid untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar. Karena Di malam tersebut, merupakan waktu terbaik dikabulkannya segala doa.
Alloh Ta’ala berfirman:
*"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”*
*"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan..”*
(Q.S. AL-Qadr : 3-4 )
*_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*
Wallahu A'lam Bisshawab
Yaa Alloh Yaa Robb...
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Yaa Alloh Yaa Robb...
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya ALLAH terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin
😊❤👍
AAAAAAAAAAAAAAAAA
sumber
📚 *10 NASEHAT SEBELUM RAMADHAN*
Sekarang sudah hampir memasuki bulan Ramadhan. Maka biasakanlah beberapa perkara ini untuk menghadapi bulan Ampunan
1⃣ Sudahilah/perbaikilah segala macam bentuk permusuhan dengan sesama manusia.
Karena permusuhan itu penghalang diampuninya dosa. Nabi salallahu Alaihissalam bersabda :
فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.”
Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.”
[HR. Muslim]
2⃣ Tinjaulah Makanan kalian, pastikan kehalalannya. Sampai antum masuk pada bulan Ramadhan dengan makanan yang halal. Karena makanan yang halal salah satu sebab diampuni dosa, dimudahkan untuk melakukan ketaatan kepada Allah. Tidak layak bagi kaum muslimin yang puasa, tapi berbuka dengan makanan haram.
3⃣ Latihlah diri antum dengan puasa dari sekarang (masih tersisa 20 hari lagi) meskipun hanya dengan puasa senin kamis.
4⃣ Biasakan hati kalian dari sekarang untuk bisa melakukan qiyamul lail 11 rakaat meskipun dengan baca surat-surat pendek.
5⃣ Biasakan mulai dari sekarang untuk rajin sedekah meskipun dengan 1 junaih (700 rupiah) , agar malaikat selalu mendoakanmu :
اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا
‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’
[Muttafaq Alaihi]
6⃣ Jagalah lisan dari segala bentuk celaan, sehingga terbiasa tatkala bulan Ramadhan dengan lisan yang bersih dari umpatan.
7⃣ Bacalah Al-Qur'an, jangan meningglakan Al-Qur'an.
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan".
[QS. Al-Furqon : 30 ]
Bacalah 1 juz dari sekarang, jangan nunggu Ramadhan saja rajinnya.
8⃣ Sambunglah silaturahmi mulai dari sekarang meskipun dengan hanya menelpon saudaramu.
9⃣ Jagalah pandangan kalian terhadap wanita atau dari tontonan haram, jangan pandang manusia dengan pandangan syahwat, kedengkian atau menganggapnya remeh/mengolok-oloknya.
🔟 3 Amalan yang tidak ada selain di bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan, Qiyam Ramadhan dan Lailatul Qodr. Jangan sibuk dengan sinetron, semua film yang diputar pada bulan Ramadhan akan diulang, tapi perkara 3 tadi tidak bisa diulang kecuali antum masih hidup pada Ramadhan depannya.
📑 Diterjemahkan oleh : Abu Yusuf Akhmad Ja'far (secara singkat dan bahasa yang mudah -dengan pengurangan dan tambahan-)
Nasehat ini disampaikan tatkala selesai pengajian kitab Al-Aushat Ibnu Mundzir pada hari Sabtu 10 Sya'ban 1438 H
Semoga kita menjadi golongan yang beruntung untuk dapat meraup ampunan sebanyak-banyaknya dari Allah Ta'ala. Barokallahu Fikum
📝 Syaikh Wahid bin Abdissalam Bali ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
Diterjemahkan oleh : Abu Yusuf Akhmad Ja'far (secara singkat dan bahasa yang mudah -dengan pengurangan dan tambahan-)
Nasehat ini disampaikan tatkala selesai pengajian kitab Al-Aushat Ibnu Mundzir pada hari Sabtu 10 Sya'ban 1438 H
Semoga kita menjadi golongan yang beruntung untuk dapat meraup ampunan sebanyak-banyaknya dari Allah Ta'ala. Barokallahu Fikum
✒ 𝑬𝒅𝒊𝒕𝒐𝒓 : 𝑨𝒅𝒎𝒊𝒏 AsySyamil.com
AAAAAAAAAAAAA
SUMBER 2:
4 Hal Ini Perlu Diperbaiki Jelang Ramadhan
Jakarta, NU Online
Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Alhafiz Kurniawan memaparkan 3 hal yang perlu diperbaiki menjelang bulan Ramadhan. Tiga hal ini meliputi, hubungan dengan orang tua, belajar ikhlas, dan berlapang dada menerima takdir.
"Dari sahabat Abu Umamah ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Ada tiga orang yang tidak diterima ibadah wajib dan ibadah sunnahnya, yaitu orang yang durhaka kepada orang tua, orang yang mengungkit pemberiannya, dan orang yang mendustakan takdir,” jelasnya.
Baca Juga:
Selain ketiga hal di atas, Hafiz juga membeberkan perilaku zalim yang menjadi penghalang diterimanya amal terlebih di bulan Ramadhan. Zalim menyangkut hak/harta orang lain dan zalim menyangkut kehormatan orang lain.
Dapat disimpulkan bahwasanya ada empat hal yang patut diperbaiki menjelang Ramadhan. Cara memperbaikinya dengan amalan-amalan berikut ini:
Baca Juga:
1.
Meminta maaf kepada orang tua jika masih hidup
2.
Menziarahi makam orang tua jika telah meninggal dunia
3.
Belajar ikhlas dalam berbagi, tidak menyakiti dan mengungkit pemberian
4.
Belajar menerima dengan ridha kenyataan apapun sebagai takdir Allah
5.
Meminta maaf kepada orang-orang yang pernah kita aniaya
6.
Mengembalikan hak orang lain yang ada pada kita kepada yang berhak
7.
Menjaga hubungan baik dengan siapapun (silaturrahim).
Penulis: Syifa Arrahmah
Editor: Kendi Setiawan
AAAAAAAAAAAA
Sumber 3
*ONE DAY ONE HADITS*
Kamis, 7 Maret 2024 M / 26 Sya'ban 1445 H
*RAMADHAN PENDIDIKAN KEIKHLASAN*
عن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال، قال رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ . (رواه البخاري، رقم 1910، ومسلم، رقم 760 )
Dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ’anhu, dia berkata, Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan (penuh) keimanan dan pengharapan (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."
(HR. Bukhari, no. 1910, Muslim, no. 760).
_*Pelajaran yang terdapat di dalam Hadits:*_
1️⃣- Saudaraku … Salah satu pelajaran penting yang bisa kita ambil dari bulan Ramadhan, di dalamnya ditempa untuk senantiasa ikhlas dalam beramal.
2️⃣- Yang dimaksud ikhlas adalah memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata. Maka pantaslah Ramadhan disebut madrasah ikhlas
Lihat saja dalam amalan puasa disebutkan,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
(HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760, dari Abu Hurairah).
Dalam amalan shalat malam atau shalat tarawih disebutkan,
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
(HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759, dari Abu Hurairah). Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, 6: 36.
Juga ketika seseorang menghidupkan lailatul qadar dengan shalat malam disebutkan,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
(HR. Bukhari no. 1901, dari Abu Hurairah).
3️⃣- Yang dimaksud ihtisaban dalam hadits di atas berarti beramal karena mengharap pahala dari Allah. Itulah yang dimaksud ikhlas. Yang diharap bukanlah pujian manusia. Yang diharap bukanlah semata-mata harapan dunia.
4️⃣- Marilah kita jadikan bulan Ramadhan sebagai madrasah untuk melatih keikhlasan. Hanya Allah yang memberi taufik.
_*Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an:*_
1⃣- Begitu pula orang yang beramal hanya mengharap dunia semata, ia benar-benar merugi.
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نزدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”
(QS. Asy Syuraa: 20)
2⃣- Semestinya kita beribadah ikhlas karena Allah.
وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (artinya: ikhlas) dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”
(QS. Al Bayyinah: 5)..
AAAAAÀÀAAAAAA
Sumber 4
*ONE DAY ONE HADIST*
Selasa, 19 Maret 2024 M / 8 Romadhon 1445 H
*Ramadhan Adalah Bulan Pendidikan Kesabaran*
عن أبي قتادة رضي اللَّه عنه قال، قال رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
((صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ))
Dari Abu Qatadah radhiyallahu anhu berkata, berkata rasulullah shallallahu alaihi wasallam :
“Puasa bulan kesabaran dan puasa tiga hari di setiap bulan adalah puasa sepanjang tahun”. [Musnad Imam Ahmad (7567، 8965) dan Imam Muslim (1162), dan ini lafadz riwayat Imam Ahmad].
Pelajaran yang terdapat didalam hadist:
1- Adalah sebuah anugerah yang besar ketika seorang hamba menjumpai bulan Ramadhan yang diberkahi ini, karena ia akan memetik sekian banyak faedah yang besar jika ia benar-benar memanfaatkan bulan yang agung ini untuk beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya.
2- Diantara faedah yang besar itu adalah diraihnya KESABARAN, baik dalam melakukan ketaatan kepada Allah, menjauhi kemaksiatan maupun didalam menghadapi taqdir Allah yang terasa berat dirasa oleh seorang hamba.
3- Ketiga hal ini -yang mengumpulkan seluruh ajaran agama Islam ini- tidaklah bisa terlaksana kecuali dengan kesabaran.
4- Sesungguhnya kesabaran adalah asas yang terbesar bagi setiap akhlak yang indah dan bagi upaya menghindari akhlak yang hina. Dan sabar itu adalah menahan diri dari perkara yang tidak disukai oleh hawa nafsu dan menyelisihi seleranya, dalam rangka meraih ridho Allah dan pahalanya.
5- Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah madrasah yang agung dan bangunan (keimanan) yang tinggi, yang para hamba mengambil darinya banyak ibroh dan pelajaran bermanfaat yang mendidik jiwa dan meluruskannya pada bulan Ramadhan ini dan di sisa umurnya. Dan salah satu (pelajaran besar) yang diambil oleh orang-orang yang berpuasa di bulan yang agung dan musim yang diberkahi ini adalah membiasakan diri dan membawanya kepada kesabaran, oleh karena itu , terdapat dalam beberapa Hadits, (bahwa) Nabi yang sangat penyayang –shallallahu ‘alaihi wa sallam- mensifati bulan Ramadhan dengan “bulan kesabaran”.
Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :
1- Yakni Aku akan memberikan pahala yang banyak kepada orang yang sabar tanpa menentukan kadarnya.
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (Az-Zumar: 10)
2- Perintah ini tidak dapat diterima, tidak dapat pula diamalkan kecuali hanyalah oleh orang yang sabar dalam menjalaninya, obyek sabar: sabar dalam ketaatan, sabar tidak berbuat maksiat, sabar didalam menghadapi taqdir Allah yang terasa berat dirasa oleh seorang hamba. Karena sesungguhnya hal ini amat berat pengamalannya.
وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS. Fussilat:35)
ÀAAAAAAAAAAAA
Sumber 5
*Assalamualaikum warahmatullahi Wabarrakattuh*
*TIGA WAKTU MUSTAJAB DO'A DI BULAN RAMADHAN*
_Bismillahirrahmanirrahim..._
_*Berbagai macam keistimewaan & kemuliaan ada di bulan Ramadhan ini.* Salah satunya yaitu pahala beribadah yg dilipatgandakan. Selain ibadah, kesempatan waktu terkabulnya doa saat Ramadhan juga semakin besar._
*Sebagimana sabda Rasulullah SAW :* "Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman & mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yg telah lalu". (HR. Bukhari dan Muslim)._
*Selain nilai ibadah dilipatgandakan, Do'a-² pun juga mudah diterima :* Ada waktu-² mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan. Kapan waktu-² itu?_
_*✍️3 Waktu Terkabulnya Doa Saat Bulan Ramadhan :* Waktu sahur, Saat berpuasa, & Saat berbuka._
*1. Do'a Saat sahur :*_
*Rasullulah Saw bersabda :* "Allah turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, "Siapa yg berdoa kepada-Ku maka akan aku kabulkan. Siapa yg meminta kepadaku akan aku beri. Siapa yg meminta ampunan kepada-Ku, maka akan aku ampuni." (HR. Bukhori dan Muslim). *Selain itu Ibnu Hajar juga menjelaskannya,* bahwasannya doa * istighfar di waktu sahur lebih mudah dikabulkan._
*2. Doa Saat Berpuasa :*_
_*Dalam ayat Al-Qur'an dijelaskan bahwa,* "disunnahkan orang yg berpuasa untuk memperbanyak doa demi urusan akhirat & dunianya, juga ia boleh berdoa untuk hajat yg ia inginkan, begitu pula jangan lupakan doa kebaikan untuk kaum muslimin secara umum." (Al-Majmu' 6:273)._
*3.Doa saat Berbuka puasa :*_
*Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :*_
_“Ada 3 orang yg do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yg adil, (2) Orang yg berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yg terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752)._
_👏Semoga Allah memperkenankan setiap do’a kita di bulan Ramadhan, untuk dikabulkan. *Aamiin ya rabbal Allamin.*_
AAAAAAAAAAAAAAA
SUMBER 6
🌙〰 🌃 *3 Golongan Kaum Muslimin dalam Menjalani Ramadhan*
✍🏻 Kaum muslimin dalam berinteraksi dengan bulan Ramadhan terbagi menjadi tiga golongan.
# Golongan pertama yang semangat di awal tetapi lalai di akhir yaitu golongan "dzhalimun linafsih".
# Golongan kedua yang berusaha konsisten sejak awal hingga akhir bulan yaitu golongan "muqtashidun".
# Golongan ketiga yang menyambut Ramadhan dengan kebaikan dan menutupnya dengan yang lebih baik yaitu golongan "sabiqun bil khairat".
Golongan pertama adalah golongan yang menganiaya dirinya sendiri karena menyambut Ramadhan dengan kebaikan hanya di awal-awal lalu menutupnya dengan keburukan.
Adapun golongan kedua dan ketiga adalah golongan yang menyambut Ramadhan dengan kebaikan dan menutupnya dengan kebaikan pula bahkan lebih baik lagi.
Kedua golongan ini menyadari nilai setiap amalan bergantung dengan akhirnya sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits,
إنما الأعمال بخواتيمها
"Hanyalah nilai setiap amalan itu bergantung dengan penutupnya."
🧷 HR. Al-Bukhari (6493)
Dan penutup bulan Ramadhan adalah sepuluh hari yang terakhir. Yaitu hari-hari yang paling utama di bulan Ramadhan, hari-hari yang terbaik, hari-hari yang singkat sekaligus akhir yang menentukan. Sehingga para salaf sangat memuliakan hari-hari tersebut dengan memperbanyak amalan.
Sebagaimana yang dinyatakan oleh Abu Utsman Abdurrahman bin Mul An-Nahdi Al-Bashri,
كانوا يعظمون ثلاث عشرات العشر الأخير من رمضان والعشر الأول من ذي الحجة والعشر الأول من المحرم
"Dahulu para shahabat mengagungkan sepuluh hari dalam tiga bulan. Yaitu sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan sepuluh hari pertama bulan Muharram."
Diagungkannya sepuluh hari terakhir Ramadhan karena di dalamnya terdapat malam lailatul qadr malam yang keistimewaannya lebih baik dari ibadah seribu bulan, sedangkan umur manusia di zaman ini belum tentu mencapai selama itu.
🧷 Latha'iful Ma'arif, Ibnu Rajab
🌐 Sumber *Artikel* : https://t.me/manhajulhaq
☕ Silahkan disebarkan, semoga bermanfaat, Allah berkahi dan mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya. Aamiin ☕
Barakallah fikum.
✒ Ditulis oleh,
Ustadz. Fikri Abul Hasan
✿🫘❁࿐❁✿🫘✿❁࿐❁🫘
AAAAAAAAAAAAAAAA
SUMBER 7















Tidak ada komentar:
Posting Komentar