Sebelum peristiwa Isra' Mi’raj, orang-orang yang Nabi cintai dan mendukung misi dakwahnya sepenuh hati silih berganti meninggal dunia. Di sisi lain penindasan kaum Quraisy semakin hebat. Ujian bertubi-tubi yang Allah berikan ini agar Nabi benar-benar tangguh dalam berdakwah.
Ketiga, kita diajarkan untuk berpendirian teguh dan senantiasa menyampaikan kebenaran meskipun pahit.
Begitu pagi setelah malam Isra' Mi’raj, Nabi mengabarkan apa yang baru dialaminya ke penduduk Makkah. Praktis, banyak orang yang tidak percaya dengan kabar ‘tidak masuk akal’ ini. Hal ini menunjukkan bahwa kebenaran harus tetap disampaikan, meskipun banyak mendapat penolakan.
Keempat, mengajarkan bahwa kita wajib menerima pendapat, ajaran dan masukan dari seseorang dengan tidak melihat dari tua-mudanya usia, tinggi rendah pangkat/jabatannya, atau tinggi rendahnya pendidikan formal.
Dalam hal apa yang disampaikan adalah benar dan mengandung ketauladanan. Saat peristiwa Isra' Mi’raj, Rasulullah SAW menjadi imam shalat bagi nabi-nabi terdahulu. Ini bukti bahwa mereka tunduk dan mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW.
Kelima, keistimewaan Masjidil Aqsha bagi umat Muslim.
Dalam perjalanan Isra’, masjid yang berada di Palestina itu menjadi tempat tujuan Nabi, sebelum akhirnya bertolak ke Sidratul Muntaha. Ini merupakan indikasi betapa mulianya masjid tersebut. Bahkan masjid ini pernah menjadi kiblat shalat sebelum akhirnya berganti Ka’bah. Pahala shalat Baitul Maqdis (Masjid al-Aqsha) juga 500 kali lipat dibanding masjid biasa.
Keenam, mengajarkan untuk mengkonsumsi makanan yang baik lagi halal. Ketika Nabi Muhammad SAW diberi pilihan antara air susu dan khamr saat Mi’raj, Nabi lebih memilih susu. Kemudian Malaikat Jibril as berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Ini sebagai isyarat bahwa Islam adalah agama suci (fitrah).
Ketujuh, mengajarkan seorang muslim untuk menjaga sholatnya. Malam Isra' Mi’raj merupakan waktu disyariatkannya shalat lima waktu secara langsung, tanpa melalui perantara Malaikat Jibril sebagaimana syariat-syariat lainnya. Ini menunjukkan betapa sholat memiliki kedudukan sangat penting bagi umat Islam.
Kedelapan, memantapkan dan menguatkan keyakinan Nabi Muhammad SAW. Sebelum Mi’raj, Rasulullah hanya mendengar info terkait surga, neraka, dan hal-hal gaib lainnya melalui wahyu. Ini namanya ‘ilmul yaqin, Nabi mengimaninya tapi belum melihat langsung. Ketika Mi’raj, Rasulullah saw melihat langsung dengan mata kepala beliau sendiri. Ini namanya ‘ainul yaqin. Ketika seseorang sudah sampai pada ‘ainul yaqin, maka kemantapan atas apa yang diyakininya semakin kuat.
Demikian sejumlah hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa Isra’ Mi’raj. Semoga dapat memacu kita untuk senantiasa menjadi insan yang bertaqwa dan lebih baik untuk kemaslahatan masyarakat.
Resume : Memasuki akhir bulan Rajab, umat Islam akan merayakan hari Isra’ Mi’raj. Tepatnya pada tanggal 27 Rajab 1444 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 18 Februari 2023. Isra’ Mi’raj mengandung sejumlah hikmah yang sangat dalam yang dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini penulis menyajikan delapan hikmah yang dapat kita petik dari Peristiwa Isra' Mi'raj.
Penulis : Agus Rodani
Pegawai pada Kanwil DJKN Kalimantan Barat
SUMBER KEDUA
Hikmah isra dan mi'raj disertakan ayat dan hadits detail,rinci,mendalam
ChatGPT bilang:
Isra dan Mi'raj adalah peristiwa luar biasa dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad ﷺ, di mana beliau diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem (Isra), lalu dinaikkan ke langit hingga Sidratul Muntaha (Mi'raj). Peristiwa ini memiliki hikmah mendalam yang terkait dengan keimanan, ibadah, dan kehidupan umat Islam.
Ayat Al-Qur'an tentang Isra dan Mi'raj
Isra (Perjalanan ke Masjidil Aqsa)
Allah ﷻ berfirman:
"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
(QS. Al-Isra: 1)
Ayat ini menegaskan perjalanan luar biasa Nabi ﷺ dari Makkah ke Yerusalem.
Mi'raj (Perjalanan ke Langit)
Dalam surah An-Najm, Allah menjelaskan tentang perjalanan Nabi ﷺ ke Sidratul Muntaha:
"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihatnya (Jibril) pada kesempatan lain, di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatan (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak melampauinya. Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar."
(QS. An-Najm: 13-18)
Hadits tentang Isra dan Mi'raj
Perjalanan dan Pertemuan Nabi dengan Para Nabi
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Ketika aku diisra'kan, aku bertemu dengan Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Ibrahim. Mereka saling berdiskusi tentang hari kiamat..."
(HR. Bukhari, no. 3430; Muslim, no. 162)
Nabi juga bertemu para Nabi lainnya di tiap lapisan langit, menguatkan hubungan spiritual antar umat terdahulu dan umat Islam.
Pensyariatan Shalat
Dalam perjalanan ini, shalat lima waktu diwajibkan kepada umat Islam. Awalnya, Allah mewajibkan shalat sebanyak 50 kali sehari, tetapi atas permintaan Nabi Musa, Rasulullah ﷺ memohon keringanan hingga menjadi lima waktu. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Aku kembali kepada Tuhanku dan memohon keringanan hingga akhirnya Allah berfirman: 'Wahai Muhammad, itu (lima waktu) tetap lima waktu dalam sehari semalam, tetapi nilainya sama dengan lima puluh waktu.'”
(HR. Bukhari, no. 3207; Muslim, no. 162)
Hikmah Isra dan Mi'raj
Isra dan Mi'raj membawa hikmah mendalam bagi umat Islam, di antaranya:
Penguatan Keimanan
Peristiwa Isra dan Mi'raj menguji keimanan umat Islam saat itu. Mereka yang benar-benar beriman menerima peristiwa ini tanpa ragu, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang mendapat gelar Ash-Shiddiq karena keyakinannya.
"Dan agar orang-orang yang diberi ilmu meyakini bahwa (Al-Qur'an) itu adalah kebenaran dari Tuhanmu..."
(QS. Al-Hajj: 54)
Pensyariatan Shalat
Shalat lima waktu adalah ibadah yang diambil langsung dari langit sebagai hadiah istimewa bagi umat Nabi Muhammad ﷺ. Ini menunjukkan pentingnya shalat sebagai pilar utama agama.
"Shalat adalah tiang agama. Barang siapa yang menegakkannya, maka dia telah menegakkan agama..."
(HR. Al-Baihaqi)
Pentingnya Masjid dan Ukhuwah Islamiyah
Perjalanan ke Masjidil Aqsa menunjukkan hubungan erat antara Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa sebagai tempat suci umat Islam. Hal ini mengajarkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan simbol-simbol agama.
Keutamaan Akhlak
Rasulullah ﷺ menyaksikan berbagai gambaran balasan amal di dunia dan akhirat, seperti orang yang suka menggunjing atau menipu. Ini menjadi peringatan untuk menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
"Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat selain akhlak yang mulia."
(HR. Abu Dawud, no. 4799; At-Tirmidzi, no. 2002)
Kebesaran Allah dan Kehidupan Akhirat
Rasulullah ﷺ diperlihatkan surga dan neraka, menegaskan bahwa kehidupan akhirat adalah hakikat yang nyata. Hal ini mengingatkan umat Islam untuk beramal shaleh dan menjauhi dosa.
Kesimpulan
Isra dan Mi'raj adalah peristiwa luar biasa yang penuh dengan pelajaran spiritual, moral, dan sosial. Peristiwa ini mengajarkan tentang kebesaran Allah, pentingnya ibadah, ukhuwah Islamiyah, dan persiapan menuju kehidupan akhirat. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari peristiwa agung ini dan meningkatkan keimanan serta ketaatan kepada Allah.
sumber ketiga
Keutamaan Isra Miraj
Peristiwa Isra Miraj tidak hanya sebatas sejarah, tetapi kisah penuh keutamaan dan teladan. Pasalnya, perjalanan Nabi menaiki langit menuju Sidratul Muntaha, membuka mata kita akan kebesaran Allah SWT.
Nah, dengan memahami peristiwa ini, kita dapat memperkuat iman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Pun juga termotivasi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
Berikut penjelasan lengkap tentang keutamaan Isra Miraj dalam Islam:
1. Bukti Bahwa Allah SWT Bisa Melakukan Apa Saja Atas Kuasanya
Salah satu keutamaan dari peristiwa Isra Miraj adalah bukti bahwa Allah SWT mampu melakukan apapun atas kuasanya. Termasuk perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha.
Hanya makhluk-makhluk yang dipilih Allah SWT yang bisa menaiki langit paling tinggi. Bahkan malaikat Jibril pun tidak diperkenankan oleh Allah SWT memasukinya.
Perjalanan Isra Miraj, menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai satu-satunya makhluk yang dapat melihat langsung bagaimana kekuasaan Allah SWT bekerja.
Dalam Quran ayat 13-14 Surat An-Najm dikatakan bahwa, di Sidratul Muntaha Nabi Muhammad SAW melihat wujud asli malaikat Jibril.
وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ [13]. عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى [14]
“Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain, [13], (yaitu ketika) di Sidratul Muntaha [14].”
Dalam salah satu hadis dijelaskan bahwa, wujud asli malaikat Jibril memiliki 6 sayap yang setiap bulunya terbuat dari butiran yaqut dan permata.
2. Bukti Kenabian Nabi Muhammad SAW
Hanya orang-orang terpilihlah yang dapat memasuki Sidratul Muntaha, termasuk Nabi Muhammad SAW yang melakukan perjalanan Isra Miraj ini.
Bahkan perintah salat itu diturunkan oleh Allah SWT secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW tanpa perantara malaikat. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT.
3. Bukti Adanya Surga dan Neraka
Selain melihat rupa asli malaikat Jibril, keutamaan Isra Miraj lainnya adalah adanya surga dan neraka. Nabi Muhammad SAW melihat surga dan neraka, sebagaimana tertulis dalam surat An-Najm ayat 15-18.
عِنۡدَهَا جَنَّةُ الۡمَاۡوٰىؕ ١٥ اِذۡ يَغۡشَى السِّدۡرَةَ مَا يَغۡشٰىۙ ١٦ مَا زَاغَ الۡبَصَرُ وَمَا طَغٰى ١٧ لَقَدۡ رَاٰى مِنۡ اٰيٰتِ رَبِّهِ الۡكُبۡرٰى ١٨
“di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratilmuntahā diliputi oleh sesuatu yang meliputinya, penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar.”
Ketika melihat surga, Rasul disambut dengan senyuman dan kabar bahagia oleh malaikat Ridwan. Sementara ketika melihat neraka, tidak ada senyuman maupun kabar bahagia yang diterima Rasul.
Rasul bersabda bahwa neraka adalah pemandangan terburuk yang pernah dilihatnya. Apa yang dilihat oleh Rasulullah sama seperti ayat yang tertuang pada surat Al Kahfi dan Ibrahim.
وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًا
“Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang menghendaki (beriman), hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki (kufur), biarlah dia kufur.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang-orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (dengan meminta minum), mereka akan diberi air seperti (cairan) besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) seburuk-buruk minuman dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Al-Kahfi: 29).
مِّنْ وَّرَاۤىِٕهٖ جَهَنَّمُ وَيُسْقٰى مِنْ مَّاۤءٍ صَدِيْدٍۙ ١٦يَّتَجَرَّعُهٗ وَلَا يَكَادُ يُسِيْغُهٗ وَيَأْتِيْهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَّمَا هُوَ بِمَيِّتٍۗ وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهٖ عَذَابٌ غَلِيْظٌ ١٧
“(16) Di hadapannya ada (neraka) Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah. (17) Diteguk-teguknya (air nanah itu), dia hampir tidak bisa menelannya, dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak kunjung mati. Di hadapannya (masih ada) azab yang berat.” (Ibrahim: 16-17)
4. Bukti Kebenaran Islam
Perjalanan yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW dan berbagai hal yang ditunjukkan oleh Allah SWT dan malaikat Jibril, menjadi bukti kebenaran Islam.
Peristiwa ini dapat menambah keyakinan umat muslim bahwa Islam adalah agama yang benar dan hanya berasal dari Allah SWT.
Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW adalah wahyu yang diturunkan langsung dari Allah SWT. Pun disebarkan kepada umat Islam lainnya atas perintah Allah SWT.
Sebagai umat Islam, peristiwa Isra Miraj ini seyogyanya harus menjadi motivasi untuk memperdalam agama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
5. Bukti Kebesaran Allah SWT
Perjalanan Nabi menuju ke Sidratul Muntaha, tidak sesingkat yang diceritakan dalam kisah-kisah Isra Miraj.
Dalam Surat Al-Isra ayat 1 diceritakan bahwa, Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ١
“Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, kendaraan yang ditunggangi Rasulullah SAW saat itu adalah Buraq. Kendaraan tersebut didatangkan langsung oleh Allah SWT kepadanya.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ، وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ طَوِيلٌ فَوْقَ الْحِمَارِ، وَدُونَ الْبَغْلِ، يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ ، قَالَ: فَرَكِبْتُهُ حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ ، قَالَ: فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ
Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah bersabda: “Didatangkan kepadaku Buraq, seekor tunggangan putih, lebih tinggi dari keledai dan lebih rendah dari baghal, ia berupaya meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya. Setelah menungganginya, maka Buraq itu berjalan membawaku hingga sampai ke Baitul Maqdis. Aku ikat (tambat) tunggangan itu di tempat biasanya para Nabi menambatkan tunggangannya (Buraq).”
Amalan Isra Miraj
Banyaknya keutamaan Isra Miraj menjadikan momen istimewa ini sayang untuk dilewatkan dengan sia-sia. Sebagai umat muslim, Sahabat bisa mengisinya dengan ibadah dan beramal saleh.
Adapun amalan yang dikerjakan pada momen Isra Miraj dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Selain itu, amalan ini juga menjadi wujud syukur atas nikmat yang telah diberikan.
1. Salat Sunnah
Sama halnya dengan amalan di bulan Rajab, salah satu amalan di hari Isra Miraj, yaitu salat sunnah, baik salat sunnah sebelum atau sesudah salat wajib, salat tahajud, witir, hajat, hingga taubat.
Salat sunnah tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada-Nya, tetapi juga sebagai bentuk refleksi dan introspeksi diri.
2. Perbanyak Dzikir
Selanjutnya, Sahabat bisa memperbanyak zikir menjelang Isra Miraj atau selama bulan Rajab. Zikir dapat dibaca pada pagi, sore, malam hari, atau setelah melaksanakan salat malam.
Bacaan-bacaan zikir yang bisa diamalkan itu seperti istighfar, sayyidul istighfar, zikir Nabi Ibrahim, dan lain-lain. Selain mendirikan salat, zikir juga dapat menjadi sarana mendekatkan diri pada Allah SWT.
Lafadz-lafadz zikir mampu mengingatkan kita akan kebesaran dan kekuasaannya-Nya. Dengan memperbanyak zikir, hati akan menjadi lebih tenang, dan terampuni semua dosa-dosa.
3. Puasa
Puasa 27 Rajab termasuk salah satu amalan yang paling ditunggu-tunggu umat Islam. Pasalnya, puasa pada tanggal tersebut sama dengan puasa 60 bulan, sebagaimana hadis Abu Hurairah.
“Barangsiapa puasa pada tanggal 27 Rajab, Allah mencatatnya sebagaimana orang yang puasa selama 60 bulan.”
Puasa pada 27 Rajab dapat dilangsungkan dengan membaca niat puasa Rajab terlebih dahulu. Niat puasa dapat dilafalkan saat malam hari atau setelah sahur.
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta’ala.”
Selain puasa 27 Rajab, sahabat juga bisa puasa Senin-Kamis atau puasa lainnya. Barangsiapa yang mengerjakan ibadah pada bulan Rajab, maka pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
4. Perbanyak Doa
Selama bulan Rajab atau menjelang tanggal 27 Rajab, perbanyaklah berdoa kepada Allah SWT. Salah satu bacaan doa yang bisa diamalkan adalah doa Isra Miraj.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّينَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ
“Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kau merahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.”
Dalam ayat 186 surat Al-Baqarah, dikatakan bahwa Allah SWT dekat dengan hambanya. Allah mengabulkan doa setiap hambanya yang memohon dengan kerendahan dan kesungguhan hati.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
Oleh karena itu, momen Isra Miraj menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, keberkahan, dan petunjuk dari Allah SWT.
Doa yang dipanjatkan dengan hati yang ikhlas dan penuh keyakinan, memiliki peluang besar dikabulkan. Jangan lupa untuk berdoa bagi kebaikan diri sendiri, keluarga, dan umat Islam lainnya.
5. Perbanyak Salawat
Menjelang malam Isra Miraj, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak salawat. Membaca salawat dapat menjadi bukti cinta seorang hamba kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Selain itu, membaca salawat juga mampu mendatangkan banyak keberkahan, baik keberkahan di dunia maupun akhirat.
Dalam momen Isra Miraj, salawat mengingatkan kita akan perjuangan Nabi Muhammad SAW memenuhi panggilan Allah SWT di Sidratul Muntaha.
Bacaan-bacaan salawat yang bisa diamalkan adalah salawat burdah, fatih, hingga nariyah. Sahabat bisa membaca salawat-salawat tersebut pada pagi, siang, sore, malam, atau setelah salat malam.
Itu dia sederet keutamaan Isra Miraj yang mengajarkan kita tentang kebesaran dan kuasa Allah SWT.
Mari syukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan dengan senantiasa menjaga salat 5 waktu dan amal saleh kita.
Selain berdzikir dan berdoa, bersedekah juga merupakan amal saleh yang diganjar pahala oleh Allah SWT.
https://yatimmandiri.org/blog/inspirasi/keutamaan-isra-miraj/