MATERI CERAMAH SESUAI BULAN HIJRIYAH

Materi ceramah sesuai Bulan Hijriyah

Kamis, 05 Februari 2026

5 Keistimewaan bertakwa

 

Berikut beberapa ayat Al-Qur’an tentang keistimewaan orang bertakwa (المتقون), lengkap dengan teks Arab dan penjelasan singkat, padat, dan berbobot:


1. Orang bertakwa mendapat jalan keluar dan rezeki

QS. At-Thalaq : 2–3

Arabic: وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Keistimewaan: Orang bertakwa selalu diberi solusi dan rezeki yang tidak terduga.


2. Orang bertakwa adalah yang paling mulia di sisi Allah

QS. Al-Hujurat : 13

Arabic: إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”

Keistimewaan: Kemuliaan sejati bukan karena harta atau jabatan, tetapi karena takwa.


3. Orang bertakwa mendapat kemudahan

QS. At-Thalaq : 4

Arabic: وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Artinya: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan kemudahan dalam urusannya.”

Keistimewaan: Allah memudahkan urusan dunia dan akhirat bagi orang bertakwa.


4. Orang bertakwa mendapat ampunan dan pahala besar

QS. Al-Ahzab : 70–71

Arabic: وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya: “Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah memperoleh kemenangan yang besar.”

Keistimewaan: Orang bertakwa mendapat ampunan dan kemenangan besar (surga).


5. Orang bertakwa mendapat surga

QS. Ali-Imran : 133

Arabic: وَأُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: “Dan surga telah disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”

Keistimewaan: Surga adalah balasan utama bagi orang bertakwa.


Kesimpulan singkat

Keistimewaan orang bertakwa:

  1. Mendapat jalan keluar dari kesulitan
  2. Mendapat rezeki tak terduga
  3. Menjadi mulia di sisi Allah
  4. Dimudahkan urusannya
  5. Mendapat ampunan dan surga

Jika diinginkan, saya bisa terjemahkan ke bahasa Arab lengkap dengan harakat, cocok untuk bahan ceramah atau khutbah.

Rabu, 01 Oktober 2025

"SYUKUR : DIBAHAS TUNTAS"

 🌷Jadilah Hamba Allah Yang Bersyukur💥


Apakah Makna Syukur?


Syukur secara bahasa,


الثناء على المحسِن بما أَوْلاكَهُ من المعروف


“Syukur adalah pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut”

 (Lihat Ash Shahhah Fil Lughah karya Al Jauhari). 


Atau dalam bahasa Indonesia, bersyukur artinya berterima kasih.


Sedangkan istilah syukur dalam agama, adalah sebagaimana yang dijabarkan oleh Ibnul Qayyim:


الشكر ظهور أثر نعمة الله على لسان عبده: ثناء واعترافا، وعلى قلبه شهودا ومحبة، وعلى جوارحه انقيادا وطاعة


“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244).


Lawan dari syukur adalah kufur nikmat,


 yaitu enggan menyadari atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang ia dapatkan adalah dari Allah Ta’ala. 


Semisal Qarun yang berkata,


إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي


“Sungguh harta dan kenikmatan yang aku miliki itu aku dapatkan dari ilmu yang aku miliki”

 (QS. Al-Qashash: 78).


🌷1⃣. Syukur Adalah Salah Satu Sifat Allah


Ketahuilah bahwa syukur merupakan salah satu sifat dari sifat-sifat Allah yang husna.


 Yaitu Allah pasti akan membalas setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya, tanpa luput satu orang pun dan tanpa terlewat satu amalan pun. 


Allah Ta’ala berfirman,


إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ


“Sesungguhnya Allah itu Ghafur dan Syakur” (QS. Asy-Syura: 23).


Seorang ahli tafsir, Imam Abu Jarir Ath-Thabari, menafsirkan ayat ini dengan riwayat dari Qatadah, “Ghafur artinya Allah Maha Pengampun terhadap dosa, dan Syakur artinya Maha Pembalas Kebaikan sehingga Allah lipat-gandakan ganjarannya”

 (Tafsir Ath Thabari, 21/531).


Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman,


وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ


“Allah itu Syakur lagi Haliim” 

(QS. At-Taghabun: 17).


Ibnu Katsir menafsirkan Syakur dalam ayat ini, “Maksudnya adalah memberi membalas kebaikan yang sedikit dengan ganjaran yang banyak”

 (Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim, 8/141).


Sehingga orang yang merenungi bahwa Allah adalah Maha Pembalas Kebaikan, dari Rabb kepada Hamba-Nya, ia akan menyadari bahwa tentu lebih layak lagi seorang hamba bersyukur kepada Rabb-Nya atas begitu banyak nikmat yang ia terima.


🌷2⃣. Syukur Adalah Sifat Para Nabi


Senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada Allah atas limpahan nikmat Allah, walau cobaan datang dan rintangan menghadang, itulah sifat para Nabi dan Rasul Allah yang mulia.


 Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Nuh ‘Alaihissalam,


 ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ إِنَّهُ كَانَ عَبْداً شَكُوراً


“(Yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya Nuh adalah hamba yang banyak bersyukur” (QS. Al-Isra: 3).


Allah Ta’ala menceritakan sifat Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam:


 إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتاً لِلّهِ حَنِيفاً وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ,  شَاكِراً لِّأَنْعُمِهِ اجْتَبَاهُ وَهَدَاهُ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ 


“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik, Dan ia senantiasa mensyukuri nikmat-nikmat Allah, Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus”

 (QS. An-Nahl: 120-121).


Dan inilah dia sayyidul anbiya, pemimpin para Nabi, Nabi akhir zaman, Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam, tidak luput dari syukur walaupun telah dijamin baginya surga. 


Diceritakan oleh Ibunda ‘Aisyah Radhiallahu’anha,


كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ ، إذا صلَّى ، قام حتى تفطَّر رجلاه . قالت عائشةُ : يا رسولَ اللهِ ! أتصنعُ هذا ، وقد غُفِر لك ما تقدَّم من ذنبك وما تأخَّرَ ؟ فقال ” يا عائشةُ ! أفلا أكونُ عبدًا شكورًا


“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya jika beliau shalat, beliau berdiri sangat lama hingga kakinya mengeras kulitnya. ‘Aisyah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau sampai demikian? Bukankan dosa-dosamu telah diampuni, baik yang telah lalu maupun yang akan datang? Rasulullah besabda: ‘Wahai Aisyah, bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?’”

 (HR. Bukhari no. 1130, Muslim no. 2820).


🌷3⃣. Syukur Adalah Ibadah


Allah Ta’ala dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an memerintahkan manusia untuk bersyukur kepada-Nya.


 Maka syukur adalah ibadah dan bentuk ketaatan atas perintah Allah. 


Allah Ta’ala berfirman,


فاذكروني أذكركم واشكروا لي ولا تكفرون


“Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar”

 (QS. Al Baqarah: 152)


Allah Ta’ala juga berfirman,


 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُواْ لِلّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah” (QS. Al Baqarah: 172).


Maka bersyukur adalah menjalankan perintah Allah dan enggan bersyukur serta mengingkari nikmat Allah adalah bentuk pembangkangan terhadap perintah Allah.


🌷4⃣. Buah Manis dari Syukur


Syukur Adalah Sifat Orang Beriman

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,


عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ


“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya”

 (HR. Muslim no.7692).


🌷5⃣. Syukur Merupakan Sebab Datangnya Ridha Allah


Allah Ta’ala berfirman,


 إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ


“Jika kalian ingkar, sesungguhnya Allah Maha Kaya atas kalian. Dan Allah tidak ridha kepada hamba-Nya yang ingkar dan jika kalian bersyukur Allah ridha kepada kalian”

 (QS. Az-Zumar: 7).


🌷6⃣. Syukur Merupakan Sebab Selamatnya Seseorang Dari Azab Allah


Allah Ta’ala berfirman,


 مَّا يَفْعَلُ اللّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَآمَنتُمْ وَكَانَ اللّهُ شَاكِراً عَلِيماً


“Tidaklah Allah akan mengadzab kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan sungguh Allah itu Syakir lagi Alim” 

(QS. An-Nisa: 147).


🌷7⃣. Syukur Merupakan Sebab Ditambahnya Nikmat


Allah Ta’ala berfirman,


 وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ


“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” 

(QS. Ibrahim: 7).


🌷8⃣. Ganjaran Di Dunia dan Akhirat


Janganlah Anda menyangka bahwa bersyukur itu hanya sekedar pujian dan berterima kasih kepada Allah.


 Ketahuilah bahwa bersyukur itupun menuai pahala, bahkan juga membuka pintu rezeki di dunia. 


Allah Ta’ala berfirman,


 وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ


“Dan sungguh orang-orang yang bersyukur akan kami beri ganjaran”

 (QS. Al Imran: 145).


Imam Ath Thabari menafsirkan ayat ini dengan membawakan riwayat dari Ibnu Ishaq,


 “Maksudnya adalah, karena bersyukur, Allah memberikan kebaikan yang Allah janjikan di akhirat dan Allah juga melimpahkan rizki baginya di dunia” (Tafsir Ath Thabari, 7/263).


🌷9⃣. Tanda-Tanda Orang yang Bersyukur


Mengakui dan Menyadari Bahwa Allah Telah Memberinya Nikmat

Orang yang bersyukur senantiasa menisbatkan setiap nikmat yang didapatnya kepada Allah Ta’ala.


 Ia senantiasa menyadari bahwa hanya atas takdir dan rahmat Allah semata lah nikmat tersebut bisa diperoleh.


 Sedangkan orang yang kufur nikmat senantiasa lupa akan hal ini. 


Dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhuma, ia berkata,


مُطِرَ النَّاسُ على عهدِ النَّبيِّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ فقالَ النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ أصبحَ منَ النَّاسِ شاكرٌ ومنهم كافرٌ قالوا هذهِ رحمةُ اللَّهِ وقالَ بعضُهم لقد صدقَ نوءُ كذا وكذا


“Ketika itu hujan turun di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, lalu Nabi bersabda, ‘Atas hujan ini, ada manusia yang bersyukur dan ada yang kufur nikmat. Orang yang bersyukur berkata, ‘Inilah rahmat Allah.’ Orang yang kufur nikmat berkata, ‘Oh pantas saja tadi ada tanda begini dan begitu’” 

(HR. Muslim no.73).


🌷🔟. Menyebut- Nyebut Nikmat yang Diberikan Allah


Mungkin kebanyakan kita lebih suka dan lebih sering menyebut-nyebut kesulitan yang kita hadapi dan mengeluhkannya kepada orang-orang. “Saya sedang sakit ini.” “Saya baru dapat musibah itu..” “Saya kemarin rugi sekian rupiah..”, dll. Namun sesungguhnya orang yang bersyukur itu lebih sering menyebut-nyebut kenikmatan yang Allah berikan.


 Karena Allah Ta’ala berfirman,


وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ


“Dan nikmat yang diberikan oleh Rabbmu, perbanyaklah menyebutnya” 

(QS. Adh-Dhuha: 11).


Namun tentu saja tidak boleh takabbur (sombong) dan ‘ujub (merasa kagum atas diri sendiri).


Menunjukkan Rasa Syukur dalam Bentuk Ketaatan kepada Allah

Sungguh aneh jika ada orang yang mengaku bersyukur, ia menyadari segala yang ia miliki semata-mata atas keluasan rahmat Allah, namun di sisi lain melalaikan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya, ia enggan shalat, enggan belajar agama, enggan berzakat, memakan riba, dll.


 Jauh antara pengakuan dan kenyataan. 


Allah Ta’ala berfirman,


وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya”

 (QS. Ali Imran: 123).


Maka rasa syukur itu ditunjukkan dengan ketakwaan.


🌷11. Tips Agar Menjadi Orang yang Bersyukur


Senantiasa Berterima Kasih kepada Orang Lain


Salah cara untuk mensyukuri nikmat Allah adalah dengan berterima kasih kepada manusia yang menjadi perantara sampainya nikmat Allah kepada kita. 


Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,


لا يشكر الله من لا يشكر الناس


“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah” 

(HR. Tirmidzi no.2081, ia berkata: “Hadits ini hasan shahih”).


Beliau juga bersabda,


مَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ


“Barangsiapa yang telah berbuat suatu kebaikan padamu, maka balaslah dengan yang serupa. Jika engkau tidak bisa membalasnya dengan yang serupa maka doakanlah ia hingga engkau mengira doamu tersebut bisa sudah membalas dengan serupa atas kebaikan ia” 

(HR. Abu Daud no. 1672, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Abu Daud).


Oleh karena itu, mengucapkan terima kasih adalah akhlak mulia yang diajarkan oleh Islam.


 Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,


مَن صُنِعَ إليهِ معروفٌ فقالَ لفاعلِهِ : جزاكَ اللَّهُ خيرًا فقد أبلغَ في الثَّناءِ


“Barangsiapa yang diberikan satu kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan, ‘Jazaakallahu khair’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupinya dalam menyatakan rasa syukurnya”

 (HR. Tirmidzi no.2167, ia berkata: “Hadits ini hasan jayyid gharib”, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih At Tirmidzi).


🌷12. Merenungkan Nikmat-Nikmat Allah


Dalam Al-Qur’an sering kali Allah menggugah hati manusia bahwa banyak sekali nikmat yang Ia limpahkan sejak kita datang ke dunia ini, agar kita sadar dan bersyukur kepada Allah.


 Allah Ta’ala berfirman,


وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” (QS. An-Nahl: 78).

Qana’ah

Senantiasa merasa cukup atas nikmat yang ada pada diri kita membuat kita selalu bersyukur kepada Allah. Sebaliknya, orang yang senantiasa merasa tidak puas, merasa kekurangan, ia merasa Allah tidak pernah memberi kenikmatan kepadanya sedikitpun.


 Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,


كن وَرِعًا تكن أعبدَ الناسِ ، و كن قنِعًا تكن أشْكَرَ الناسِ


“Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur”

(HR. Ibnu Majah no. 3417, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).


🌷13. Sujud Syukur


Salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur ketika mendapat kenikmatan yang begitu besar adalah dengan melakukan sujud syukur.


عن أبي بكرة نفيع بن الحارث رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا جاءه أمر بشر به خر ساجدا؛ شاكرا لله


“Dari Abu Bakrah Nafi’ Ibnu Harits Radhiallahu’anhu ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya jika menjumpai sesuatu yang menggemberikan beliau bersimpuh untuk sujud. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah” 

(HR. Abu Daud no.2776, dihasankan oleh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil).


🌷14. Berdzikir


Berdzikir dan memuji Allah adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah. Ada beberapa dzikir tertentu yang diajarkan oleh Rasulullah khusus mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah. 


Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,


من قال حين يصبح: اللهم ما أصبح بي من نعمة أو بأحد من خلقك فمنك وحدك لا شريك لك، فلك الحمد ولك الشكر. فقد أدى شكر يومه، ومن قال ذلك حين يمسي فقد أدى شكر ليلته


“Barangsiapa pada pagi hari berdzikir: Allahumma ashbaha bii min ni’matin au biahadin min khalqika faminka wahdaka laa syariikalaka falakal hamdu wa lakasy syukru.”

(Ya Allah, atas nikmat yang Engkau berikan kepada ku hari ini atau yang Engkau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, maka sungguh nikmat itu hanya dari-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Segala pujian dan ucap syukur hanya untuk-Mu)

Maka ia telah memenuhi harinya dengan rasa syukur. Dan barangsiapa yang mengucapkannya pada sore hari, ia telah memenuhi malamnya dengan rasa syukur” (HR. Abu Daud no.5075, dihasankan oleh Syaikh Abdul Qadir Al-Arnauth dalam tahqiqnya terhadap kitab Raudhatul Muhadditsin).


🌷14. Cara Bersyukur yang Salah


Bersyukur kepada Selain Allah

Sebagian orang ketika mendapat kenikmatan, mereka mengungkapkan rasa syukur kepada selain Allah, semisal kepada jin yang mengaku penguasa lautan, kepada berhala yang dianggap dewa bumi, atau kepada sesembahan lain selain Allah. 


Kita katakan kepada mereka,


أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًا


“Apakah engkau kufur kepada Dzat yang telah menciptakanmu dari tanah kemudian mengubahnya menjadi nutfah lalu menjadikanmu sebagai manusia?” (QS. Al-Kahfi: 37).


Allah Ta’ala yang menciptakan kita, menghidupkan kita, dari Allah sematalah segala kenikmatan, maka sungguh ‘tidak tahu terima kasih’ jika kita bersyukur kepada selain Allah.


 Dan telah kita ketahui bersama bahwa syukur adalah ibadah. Dan ibadah hanya pantas dan layak kita persembahkan kepada Allah semata. Tidak ada sekutu baginya.


 Allah Ta’ala juga berfirman,


بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ


“Beribadahlah hanya kepada Allah dan jadilah hamba yang bersyukur” 

(QS. Az-Zumar: 66).


Ritualiasasi Rasa Syukur yang Tidak Diajarkan Agama

Mengungkapkan rasa syukur dalam bentuk ritual sah-sah saja selama ritual tersebut diajarkan dan dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Misalnya dengan sujud syukur atau dengan melafalkan dzikir.


 Andaikan ada bentuk lain ritual rasa syukur yang baik untuk dilakukan tentu sudah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam serta para sahabat. 


Lebih lagi sahabat Nabi yang paling fasih dalam urusan agama, paling bersyukur diantara ummat Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam, yang mereka jumlahnya puluhan ribu dan di antara mereka ada yang masih hidup satu abad setelah Rasulullah wafat,


 sebanyak dan selama itu tidak ada seorang pun yang terpikir untuk membuat ritual semacam perayaan hari ulang tahun, ulang tahun pernikahan, syukuran rumah baru, sebagai bentuk rasa syukur mereka. 


Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,


مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ


“Barang siapa yang melakukan amalan (ibadah) yang tidak berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” 

(HR. Bukhari no.20, Muslim no.4590).


Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat-Nya.


Allahumma a’inni ‘ala dzukrika wa syukrika wa huni ‘ibadatika


“Ya Allah aku memohon pertolonganmu agar Engkau menjadikan aku hamba yang senantiasa berdzikir, bersyukur dan beribadah kepadamu dengan baik”

***

Disarikan artikel berjudul ‘Asy Syukru’ karya Syaikh Dr. Mihran Mahir Utsman hafizhahullah dengan beberapa tambahan.


 Artikel asli: 

http://www.saaid.net/Doat/mehran/51.htm

Penyusun: Yulian Purnama


Artikel: Muslim.or.id


https://muslim.or.id/30031-jadilah-hamba-allah-yang-bersyukur.html


=================

Senin, 03 Februari 2025

Amalan sya'ban 2025M/1446H

 Buatkan amalan untuk di bulan sya'ban disertakan teks hadits komplit dan rinci

BLACKBOXAI

Bulan Sya'ban adalah bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam, karena merupakan bulan yang menghubungkan antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Banyak amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Sya'ban, dan salah satunya adalah puasa, membaca Al-Qur'an, serta memperbanyak doa dan istighfar. Berikut adalah beberapa amalan yang dapat dilakukan di bulan Sya'ban, disertai dengan teks hadits yang relevan.

1. Puasa Sya'ban

A. Keutamaan Puasa di Bulan Sya'ban

Puasa di bulan Sya'ban sangat dianjurkan, terutama pada hari-hari tertentu. Rasulullah SAW sering berpuasa di bulan ini.

B. Teks Hadits

Dari Usamah bin Zaid, ia berkata:

"Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasulullah, aku tidak melihatmu berpuasa di bulan-bulan yang lain seperti engkau berpuasa di bulan Sya'ban.' Rasulullah SAW menjawab: 'Itu adalah bulan yang dilupakan oleh banyak orang, antara Rajab dan Ramadhan. Dan itu adalah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Tuhan semesta alam, maka aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.'"

(HR. An-Nasa'i, Ahmad, dan Ibnu Majah)

2. Memperbanyak Doa dan Istighfar

A. Keutamaan Berdoa dan Istighfar

Bulan Sya'ban adalah waktu yang baik untuk memperbanyak doa dan istighfar, memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan.

B. Teks Hadits

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

"Allah SWT turun ke langit dunia pada malam pertengahan Sya'ban dan berfirman: 'Siapa yang memohon ampun, Aku akan mengampuninya. Siapa yang meminta, Aku akan memberinya. Siapa yang meminta perlindungan, Aku akan melindunginya.'"

(HR. Ibn Majah)

3. Membaca Al-Qur'an

A. Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an di bulan Sya'ban sangat dianjurkan, karena bulan ini adalah persiapan untuk menyambut bulan Ramadhan, bulan Al-Qur'an.

B. Teks Hadits

Dari Abu Umamah Al-Bahili, Rasulullah SAW bersabda:

"Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi para pembacanya."

(HR. Muslim)

4. Menyambung Silaturahmi

A. Keutamaan Silaturahmi

Menyambung silaturahmi di bulan Sya'ban juga merupakan amalan yang baik. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga dan teman.

B. Teks Hadits

Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi."

(HR. Bukhari dan Muslim)

5. Amalan Lainnya

  • Shalat Sunnah: Melaksanakan shalat sunnah, terutama shalat tahajud di malam hari.
  • Sedekah: Memperbanyak sedekah dan amal kebaikan lainnya.
  • Membaca Dzikir: Memperbanyak dzikir dan tasbih kepada Allah SWT.

Kesimpulan

Bulan Sya'ban adalah bulan yang penuh berkah dan kesempatan untuk meningkatkan ibadah. Dengan melaksanakan amalan-amalan di atas, kita dapat mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan dengan lebih baik. Semoga Allah SWT memberikan kita taufik dan hidayah untuk melaksanakan amalan-amalan yang baik di bulan Sya'ban ini.

Share
New
Continue

5 Keistimewaan bertakwa

  Berikut beberapa ayat Al-Qur’an tentang keistimewaan orang bertakwa (المتقون) , lengkap dengan teks Arab dan penjelasan singkat, padat, da...